Postingan

Rumah Untuk Kembali

Dalam situasi apapun, sejauh manapun seseorang pergi, ada waktunya untuk kembali, dan yang pasti "rumah" adalah tujuan utamanya. Masing-masing dari kita bebas mengartikan apa makna dari rumah itu sendiri, jika dilihat dari kamus besar bahasa indonesia atau KBBI arti dari rumah adalah bangunan untuk tempat tinggal, atau bangunan pada umumnya (seperti gedung), dari sisi yang lain pula, secara psikologis misalnya rumah merupakan sebuah tempat untuk tinggal serta melakukan hal-hal dari segi fisik dengan tentram, damai, nyaman dan menyenangkan bagi penghuninya. kita dalam menjalankan hidup pastinya melewati berbagai macam alur cerita, diawali dengan siapa dan bagaimana serta kapan kita dilahirkan, berlanjut seperti apa perjalanan kita dalam berkembang dan menuntut ilmu, hingga mengapa kita masih bisa bertahan sampai detik ini, tidak mudah untuk dilupakan apalagi dibuang dengan percuma semua pikiran dan ingatan tentang itu, mungkin hanya mereka yang tidak peduli lagi apa gunanya hi...

Adaptasi

Gambar
Semuanya serba baru, wilayah baru, teman baru, tempat tinggal baru, rasa makanan yang baru, kegiatan baru, kelas baru, Bahasa baru yang harus di pelajari, cara bergaul yang baru.  Baru, anyar, mutakhir dan sebagainya yang pada intinya, jika itu dianggap sebuah problem atau permasalahan menurut mu... solusinya hanya satu, beradaptasi lah!!   I tu bukan sesuatu hal yang mudah, dan kamu tau itu, mungkin karena kamu belum kuat untuk sengsara, belum bisa untuk jatuh, belum mampu melampaui batas, bodo amat lah jalan yang kamu ambil. Perlu diingat, islam datang dan pertama kali disampaikan kepada mereka yang ahli kitab, dan mereka yang rajin menyembah berhala, yang pandai meminum khamr, yang senantiasa mengikuti ajaran nenek moyang nya yang sudah berjalan hingga bertahun tahun lamanya, dan diantara mereka semua diajak secara tiba tiba untuk mengikuti ajaran yang baru!!  Bagaimana jika itu terjadi padamu? apa kamu bersikeras mempertahankan ajaran lamamu? atau mengikuti ajaran ba...

Merdeka?

Gambar
Sayap Garuda yang patah, Pelukan Ibu Pertiwi, Macan Asia Bangkit Dari Kubur, Sayap Garuda yang Patah Terbebaskan dari ribuan belenggu ratusan waktu, dihempas dicambuk diperbudak orang biadab tak bermartabat, lahir jutaan pribumi yang bangkit untuk berjihad, merampas wibawa mengambil kembali kekuasaan, membuktikan bahwa tanah air mahal harganya, semahal jiwa dan raga, seharga nyawa taruhannya. Hari itu, jeritan para Romusha sirna, antek-antek Londo hanya tersisa jejaknya, kerja Rodi tertimbun tanah, Nippon pun terbenam tak menunjukkan terbitnya, pribumi memperlihatkan senyum dan tawanya, syukur dimana-mana, berdaulat lah suatu negara. Berkala besi dilahap karat, bermasa kayu menjadi rapuh, beda zaman beda tekanan, lain waktu lain pula penanganannya, dulu berdaulat, kini melemah, Garuda telah terbang mencapai kemampuannya, dijatuhkan oleh sayap sendiri, dua sayap yang tak satu pemahaman, yang tak selaras keinginan, menghancurkan dan meleburkan sendiri tubuh kuatnya, lupa akan wibawa dan ...

Attitude dan kejujuran

Gambar
 Kabar yang masih sangat hangat dan ramai diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia tentang 2 pembantu adu mekanik berujung kematian yang menyambut salah satu diantara keduanya, berpuncak pada pencopotan sementara atas majikannya.  Sampai detik ini masih dalam proses penyidikan dan belum ada tanda-tanda terbitnya mentari darinya, sebulan sudah fenomena itu berlalu, belum ada kepastian, belum ada hasil, sangkaan dimana-mana, berbagai varian opini melanglang buana, dan dapat disimpulkan menjadi satu poin penting bahwa semua kejadian ataupun tragedi yang tak akan pernah terduga akan terjadi, mempunyai makna yang dalam dan selalu berkaitan dengan yang namanya kejujuran dan sikap atau perilaku.   Kejujuran , sesuatu yang pahit untuk dilaksanakan tetapi akan menghasilkan sesuatu yang manis untuk dirasakan, tidak semua orang bisa melakukannya, karena  kebanyakan manusia selalu ingin mengalahkan lawan-lawannya dan tingginya sikap gengsi untuk berkata jujur. Dan sebenarnya su...

4 Pilar

Gambar
 Karena rasa syukur dan kebahagiaan yang saya rasakan, kebahagiaan yang datang diwaktu yang tak diduga, dikala pikiran masih sibuk dengan setoran hafalan seorang santri, yang saya niatkan demi meluluskan ujian hifd Al-Qur'an nya ketika itu, adzan Maghrib tiba memanggil, siapa sangka menjadi waktu berbuka puasa dengan konsumsi seorang penguji, semuanya sudah sibuk pergi ke masjid, tapi saya, masih bersama seorang santri duduk bersimpuh mengolah lidah mengucap pahala, firman tuhan, mantra ajaib, ayat Alquran disetorkan nya dengan bilghoib, selesai dan ditutup dengan bacaan tasdiq bersamaan dengan suara salam pertanda selesai sholat, yang terdengar dari kejauhan. Seperti itu awal kejadiannya, dilanjutkan setelah saya menunaikan sholat dan pergi menghampiri kegiatan rapat evaluasi terakhir bagi para penguji ujian hifd Al-Qur'an, 2 jam berlalu... kembali pergi menuju kamar, kabar baik datang, senyum teman kamar yang entah apa maksud darinya, tingkah yang berbeda dari seperti biasany...