Postingan

Perjalanan Timnas Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 (Zona Asia)

Babak 1 (Round 1) Babak pertama menjadi titik awal perjuangan Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia. Indonesia berhasil mengalahkan Brunei dengan skor telak di dua leg (6-0 dan 6-0), menunjukkan dominasi penuh dan awal yang menjanjikan dalam kualifikasi. Babak 2 (Round 2) Di babak kedua, tantangan meningkat dengan lawan-lawan seperti Vietnam, Filipina, dan Irak. Indonesia tampil solid, menang dua kali atas Vietnam, serta menumbangkan Filipina 2-0. Meski sempat kalah dari Irak, Garuda berhasil lolos ke babak ketiga dengan penuh percaya diri. Babak 3 (Round 3)  'Grup Neraka' katanya... Masuk ke grup berat bersama Jepang, Australia, Saudi Arabia, China, dan Bahrain, Indonesia tetap tampil berani. Hasil imbang melawan Saudi Arabia dan Australia menunjukkan kemajuan besar. Kemenangan 1- 0 atas China menjadi momen bersejarah yang memastikan langkah ke babak keempat. Babak 4 (Round 4)  Akhir Perjalanan di Jeddah... Babak keempat menjadi ujian terakhir. Di Stadion King Abdullah Sports ...

Penulis dan Karyanya, Inspirasi dan Penerusnya

Gemar membaca harus dimulai dengan rasa  Rasa penasaran dan ingin tahu yang mendalam Sedalam lubang dimana jarum jatuh Seperti halnya pepatah, yang menyebutkan diantara jerami Terlebih untuk orang yang tak suka pada awalnya Dipaksa untuk menumbuhkan kebiasaan baru Begitulah saya memulai hobi membaca, awal tak suka Namun, lama kelamaan rasa penasaran menggelitik Geli rasanya kalo tidak dipenuhi keinginanya Banyak yang bilang, perut itu butuh makan tiap harinya, Begitu pula otak, butuh bacaan yang berbobot untuk terus terasah. Dalam derertan buku yang pertama kali saya baca, ada diantaranya Pramoedya yang penuh inspirasi, Tereliye (Darwis) dengan imajinasi memukau, Mark Manson dengan teori kehidupannya, semua membuat saya terpesona, Bukan hanya mulai rajin membaca, tapi dari sana juga dikit demi sedikit, Memahami pelbagai macam bentuk penulis dan tulisannya yang memiliki ciri khasnya. Menarik ditiru, dijaman yang hanya penuh dengan media, instan, game online,  dan hal-hal konyol...

Penyebaran dan Perkembangan Sejarah Islam di Indonesia

1. Penyebaran Islam di Asia pada masa Abbasiyah Didirikan pada tahun 750 Masehi setelah Bani Umayyah dikalahkan oleh pemberontakan Abbasiyah. Otoritasnya berangsur-angsur melemah dengan munculnya dinasti-dinasti lokal yang hanya mengakui kekhalifahan Abbasiyah secara simbolis, seperti Dinasti Fatimiyah di Mesir, Dinasti Umayyah di Andalusia, Dinasti Ayyubiyah (Shalahuddin), Dinasti Seljuk, dan dinasti-dinasti Turki lainnya. Pada tahun 1258 M, Baghdad dihancurkan oleh bangsa Mongol yang dipimpin oleh Hülagü Khan. Khalifah terakhir dibunuh dan Abbasiyah klasik pun berakhir. Kekuasaan Islam tidak lagi menjadi kekuasaan tunggal, melainkan terbagi menjadi banyak kerajaan/kesultanan di Timur Tengah dan Asia Barat: Kesultanan Seljuk (Turko-Persia) Kesultanan Ayyubiyah (Saladin, penakluk Yerusalem) Kesultanan Mamluk (Mesir) Kesultanan Utsmaniyah - muncul sekitar abad ke-14 Masehi Di Asia Selatan: Kesultanan Delhi (India) - awal masuknya Islam ke India. Kesultanan Mughal - kelanjutan dari kemeg...

SEPATAH KATA UNTUK MASA DEPAN NEGERIKU

Gambar
Aku punya kata, bukan sekadar aksara yang gugur di ujung lidah, tapi bara yang menyala di dada, menjadi suara, menjadi bara, menjadi nyala! Aku lihat Indonesia di masa depan, bukan sekadar cerita lama yang diputar ulang, pun bukan sekadar janji di panggung politik, tapi sebuah negeri yang benar-benar bangkit! Di sini, di tanahku, kami berdebat soal seragam sekolah, soal ujian yang terlalu susah, soal bosan dan malas di kelas yang terlalu menggugah. Di sana, di Palestina contohnya, mereka tak punya ruang kelas, atap sekolah pun berlubang peluru, buku-buku berserakan, berlumur debu dan duka. Jika mereka bisa bermimpi meski di bawah reruntuhan, kenapa kita membiarkan mimpi kita terkubur kemalasan? Jika mereka masih percaya bahwa ilmu adalah cahaya, kenapa kita membiarkan cahaya kita meredup? Indonesia, bangkitlah! Sekolah bukan tempat tidur siang, buku juga bukan sekadar pajangan, ilmu pun bukan hanya hafalan. Mari belajar dengan kesadaran, bukan sekadar menggugurkan kewa...

Mendukung Masa Depan dengan Penyimpanan Energi: Peran Penyimpanan Energi dalam Elektrifikasi dan Dekarbonisasi Menuju Nol Emisi di Indonesia

 Jakarta, (23/02/2025) – Direktorat Kajian Strategis PPI Dunia sukses menyelenggarakan diskusi daring bertajuk Mendukung Masa Depan dengan Penyimpanan Energi: Peran Penyimpanan Energi dalam Elektrifikasi dan Dekarbonisasi Menuju Nol Emisi di Indonesia. Acara ini menghadirkan dua pembicara ahli di bidang energi dan baterai, yaitu Romel Hidayat, Ph.D. (Senior Engineer, PT PLN (Persero), Indonesia) dan Dr. Egy Adhitama (Research & Product Management, PowerCo, Jerman), serta dimoderatori oleh Widi Kurniawati, M.Sc. (Ph.D. Fellow in Battery Research, University of Bordeaux and Deakin University). Acara ini diikuti oleh 93 peserta dari berbagai latar belakang, seperti mahasiswa, akademisi, peneliti, insinyur, pegawai negeri, dan profesional lainnya. Dalam pembukaan acara, Koordinator PPI Dunia, Adhie Marhadi, menekankan bahwa penyimpanan energi memiliki peran strategis dalam mendukung transisi energi terbarukan dan dekarbonisasi di Indonesia. Topik ini dipilih untuk memberikan wawasa...