Istanbul, kota yang kita kenal dahulu bernama Konstantinopel, merupakan pusat penting dalam sejarah Islam pasca penaklukan oleh Sultan Mehmed II pada tahun 1453 M. Seiring dengan penaklukan ini, muncul pula berbagai tradisi penghormatan terhadap tokoh-tokoh Islam terdahulu, termasuk para Sahabat Nabi Muhammad SAW. Banyak sekali tempat dan kawasan yang diyakini oleh para masyarakat setempat bahwa itu merupakan “makam” para Sahabat Nabi, yang akhirnya menyebabkan adanya kritik akademik dan munculnya metode verifikasi ilmiah antar para peneliti. Sehingga, berdasarkan kajian sejarah dan arkeologi, sebagian besar dari makam ini bukanlah makam asli, melainkan cenotaph atau makam simbolik. Bagi kita yang kurang mengetahui sejarah secara mendalam, akan merasa bingung dengan adanya tempat yang diyakini oleh masyarakat setempat sebagai makam Sahabat Nabi, yang mana sebenarnya makam para Sahabat tersebut terletak di tempat dan kawasan lain. Ada beberapa alasan yang menyebabkan Kesultanan Utsma...
Alhamdulillah, sudah 21 tahun usiamu di 16 Desember 2024 ini. Sujudlah sebagai tanda syukur kepada Allah SWT. Zuhal Azzamul A'la, anak bungsu dari empat bersaudara yang kini kuliah semester pertama di Fakultas Teologi Universitas Istanbul Turki . Kemarin, di tahun 2022 baru saja memutuskan untuk melanjutkan perkuliahan di negeri nan jauh ini, sekarang tinggal bagaimana menuntaskan impian dan pilihan yang telah dipilih olehmu. Selamat datang kawan, di era kedewasaan untuk lebih siap mengambil keputusan dengan segala konsekuensinya ke depan. Sudah 21 tahun usiamu, sang maestro Zuhal Azzam (mungkin dengan sebutan itu bisa membuatmu lebih percaya diri). Berbagai perubahan pasti menghampirimu. Entah perubahan di lingkungan, pergaulan, bahkan cara berpikir dan perilaku. Untuk bertindak lebih dewasa, lebih mandiri dalam hidup. Untuk menerima realitas dalam kehidupan. Berdamai dengan perubahan yang terjadi, menerima fakta yang ada untuk mengambil sikap. Agar lebih baik ke depannya untuk...
Jakarta, (23/02/2025) – Direktorat Kajian Strategis PPI Dunia sukses menyelenggarakan diskusi daring bertajuk Mendukung Masa Depan dengan Penyimpanan Energi: Peran Penyimpanan Energi dalam Elektrifikasi dan Dekarbonisasi Menuju Nol Emisi di Indonesia. Acara ini menghadirkan dua pembicara ahli di bidang energi dan baterai, yaitu Romel Hidayat, Ph.D. (Senior Engineer, PT PLN (Persero), Indonesia) dan Dr. Egy Adhitama (Research & Product Management, PowerCo, Jerman), serta dimoderatori oleh Widi Kurniawati, M.Sc. (Ph.D. Fellow in Battery Research, University of Bordeaux and Deakin University). Acara ini diikuti oleh 93 peserta dari berbagai latar belakang, seperti mahasiswa, akademisi, peneliti, insinyur, pegawai negeri, dan profesional lainnya. Dalam pembukaan acara, Koordinator PPI Dunia, Adhie Marhadi, menekankan bahwa penyimpanan energi memiliki peran strategis dalam mendukung transisi energi terbarukan dan dekarbonisasi di Indonesia. Topik ini dipilih untuk memberikan wawasa...
Komentar
Posting Komentar