4 Pilar

 Karena rasa syukur dan kebahagiaan yang saya rasakan, kebahagiaan yang datang diwaktu yang tak diduga, dikala pikiran masih sibuk dengan setoran hafalan seorang santri, yang saya niatkan demi meluluskan ujian hifd Al-Qur'an nya ketika itu, adzan Maghrib tiba memanggil, siapa sangka menjadi waktu berbuka puasa dengan konsumsi seorang penguji, semuanya sudah sibuk pergi ke masjid, tapi saya, masih bersama seorang santri duduk bersimpuh mengolah lidah mengucap pahala, firman tuhan, mantra ajaib, ayat Alquran disetorkan nya dengan bilghoib, selesai dan ditutup dengan bacaan tasdiq bersamaan dengan suara salam pertanda selesai sholat, yang terdengar dari kejauhan.

Seperti itu awal kejadiannya, dilanjutkan setelah saya menunaikan sholat dan pergi menghampiri kegiatan rapat evaluasi terakhir bagi para penguji ujian hifd Al-Qur'an, 2 jam berlalu... kembali pergi menuju kamar, kabar baik datang, senyum teman kamar yang entah apa maksud darinya, tingkah yang berbeda dari seperti biasanya, menjadikan ada sesuatu yang tak biasa, apa kira-kira....

Hape saya buka, notifikasi aplikasi WhatsApp, messenger, telegram, dan sebagainya, seketika ramai, dikunjungi, dihampiri, di direct message oleh berbagai pihak macam suku dan budaya :) ...... 

Ternyata, alhamdulillahi bi idznillah, sesuatu yang selama ini di impikan dan di nanti-nantikan kebenaran nya...terkabul, Allah.....sebuah notifikasi pemberitahuan perihal pengumuman penerimaan mahasiswa di Istanbul university muncul.. atas nama Zuhal Azzamul A'la terpampang jelas dan terbaca oleh mata yang masih jernih dan bersih ini, atmosfer perasaan dan suasana hati jelas berbeda dari biasanya, deg.. hanya bersyukur yang pantas untuk merespon dan menanggapi itu.

Di tanggal 28 Juli 2022, di jam 18.31 pesan itu dikirim, sesuatu yang menjawab keinginan dan harapan semenjak lima tahun lamanya, ya sejak kelas 3 SMP keinginan itu lahir, 

Dalam hidup saya, yang masih dikatakan baru mengenal kehidupan, baru mengetahui apa itu makna hidup, baru memahami apa tujuan hidup, ada sebuah keinginan dan value yang secara tidak sengaja sudah terbentuk semenjak remaja muda, kelas Tsanawiyah. Bisa saya sebut sebagai 4 pilar berharga. Sedikit saya menjelaskan, maksud dari apa 4 pilar berharga dalam kehidupan pribadi seorang saya.

1. Keinginan untuk menjadi seorang Hafidh, mengalir begitu saja dan tanpa sengaja keinginan ini menjadi sesuatu yang harus dituju dan didapatkan, bukan dari hal yang di rencanakan dengan begitu matang, akan tetapi dari sesuatu yang awalnya hanya sekedar ingin dan ingin, yang pada akhirnya karena berdasarkan keinginan yang kuat, dan objek tujuan yang jelas, 1 pilar keinginan dalam hidup saya tercapai...saya ingat,di tanggal 16 Oktober 2018 dengan izin Allah SWT, saya bisa menyelesaikan hafalan Alquran kepada seorang muhaffidz.

2. Ketertarikan terhadap kepemimpinan, untuk sebuah keinginan kali ini, bukan di dasari dari sifat yang buruk, angkuh atau sombong atau ingin di anggap semua orang sebagai orang yang sempurna dan berkualitas, bukan, sekali lagi bukan karena itu, ketertarikan terhadap kepemimpinan ini sendiri, lahir dari dalam jiwa dan hati yang paling dalam, meskipun sebenarnya dan kenyataan nya saya adalah salah seorang yang tidak pantas dan sangat kurang dalam memiliki skill serta kemampuan untuk memimpin, lahir karena ingin dan merasakan bagaimana memimpin dan menanggung beban orang lain dalam satu genggaman, genggaman seorang pemimpin. Ada beberapa kepemimpinan yang masih menyisakan aura dan ingatan yang hangat, diantara nya, sempat menjadi ketua angkatan di kelas dua Tsanawiyah (meskipun hanya beberapa saat saja), berlanjut di pasrahkan menjadi ketua angkatan di kelas empat Aliyah (hingga saat ini), dan paling berkesan kalah dalam pemilihan ketua organisasi di lingkungan Ma'had Tahfidh Al-Qur'an yang sehingga menjadi Wakil ketua, dan berakhir menggantikan ketua organisasi di akhir jabatan...ada satu keinginan terpendam hingga saat ini, suatu saat, apakah bisa dari salah satu alumni Ma'had Tahfidh Al-Qur'an pondok pesantren Al-Amien Prenduan ini, yang akan menjadi presiden mahasiswa Indonesia di negeri dua benua? Atau bahkan menjadi presiden himpunan mahasiswa Indonesia dunia?.

3. Best of the Best dalam Graduation, untuk yang ini hanya mengingatkan kembali kepada masa-masa di akhir jenjang akademik dua tahun lalu, dimana masa penuh penyesalan akibat gagal nya keinginan tersebut, yang hanya bisa mencapai the best one program keagamaan saja, entah ini adalah sebuah perbuatan yang tidak baik karena kurang nya rasa bersyukur atau apalah, yang pada intinya kala itu, keinginan yang satu ini belum bisa dicapai dengan sempurna, astaghfirullah, jika ini adalah suatu bentuk dari rasa kurang nya bersyukur dari seorang hamba mu ya Allah, maafkan lah saya...saya hanya mengungkapkan dan meluapkan isi hati dan keinginan yang benar-benar ingin dicapai, tapi saya yakin, Allah akan memberikan hasil yang terbaik kepada kita...siapa tau keinginan ini yang belum bisa tercapai bisa saja Allah kabulkan di waktu graduation ketika sarjana maybe, atau bahkan ketika magister, waallahu a'lam...

4. Kuliah di Turki negeri dua benua, ya.. keinginan ini sudah lahir dan tumbuh dalam diri ini semenjak duduk di bangku sekolah ketika kelas tiga Marhalah Tsanawiyah, banyak yang bertanya, apa sih alasanmu memilih Turki sebagai tempat melanjutkan studi mu?..jujur, niat pertama saya mengapa memilih Turki sebagai tujuan nya, karena diantara saudara-saudara ku tercinta, sudah memilih untuk melanjutkan studi nya di negeri-negeri lain, 

Saya memiliki 4 bersaudara, dan saya adalah anak bungsu nya, kakak yang pertama, alhamdulillah diberikan kesempatan untuk melanjutkan belajar nya di international islamic university Islamabad di Pakistan, dan kakak yang kedua, melanjutkan perkuliahan nya di Al-Azhar university di Kairo, Mesir..serta kakak yang ketiga, ada keinginan mendaftar di universitas Islam Madinah di Arab Saudi, nah dari sinilah keinginan itu timbul, mencari yang sekiranya berbeda dari yang lain, dan bagus untuk menjadi rujukan juga bagi yang lain, pada akhirnya, negeri dua benua adalah tujuan yang sangat kompatibel menurut saya... Bi idznillah Allah mengabulkan itu, dan semoga bisa diberikan kelancaran hingga keberangkatan sampai mengakhiri pendidikan disana dengan Husnul khatimah dan Istiqomah tentunya, Aamiien.






 

Komentar

Popular Posts

Makam Para Sahabat Nabi di Istanbul: Antara Sejarah, Spiritualitas, dan Simbolisme

Menginjak Umur ke 21, Apa Arti Usiamu?

Mendukung Masa Depan dengan Penyimpanan Energi: Peran Penyimpanan Energi dalam Elektrifikasi dan Dekarbonisasi Menuju Nol Emisi di Indonesia