SEPATAH KATA UNTUK MASA DEPAN NEGERIKU

Aku punya kata, bukan sekadar aksara yang gugur di ujung lidah,

tapi bara yang menyala di dada, menjadi suara, menjadi bara, menjadi nyala!

Aku lihat Indonesia di masa depan, bukan sekadar cerita lama yang diputar ulang,
pun bukan sekadar janji di panggung politik, tapi sebuah negeri yang benar-benar bangkit!

Di sini, di tanahku, kami berdebat soal seragam sekolah, soal ujian yang terlalu susah,
soal bosan dan malas di kelas yang terlalu menggugah.

Di sana, di Palestina contohnya, mereka tak punya ruang kelas, atap sekolah pun berlubang peluru, buku-buku berserakan, berlumur debu dan duka.

Jika mereka bisa bermimpi meski di bawah reruntuhan, kenapa kita membiarkan mimpi kita terkubur kemalasan?
Jika mereka masih percaya bahwa ilmu adalah cahaya, kenapa kita membiarkan cahaya kita meredup?

Indonesia, bangkitlah! Sekolah bukan tempat tidur siang, buku juga bukan sekadar pajangan,
ilmu pun bukan hanya hafalan.

Mari belajar dengan kesadaran, bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tapi menyalakan harapan, bukan hanya untuk diri kita, tapi untuk mereka juga, untuk dunia, untuk masa depan, untuk Indonesia yang tak hanya melihat, tapi juga bertindak!

Komentar

Popular Posts

Makam Para Sahabat Nabi di Istanbul: Antara Sejarah, Spiritualitas, dan Simbolisme

Menginjak Umur ke 21, Apa Arti Usiamu?

Mendukung Masa Depan dengan Penyimpanan Energi: Peran Penyimpanan Energi dalam Elektrifikasi dan Dekarbonisasi Menuju Nol Emisi di Indonesia