Sejarah Penulisan & Pembukuan Al-Qur'an
Penulisan Al-Qur'an di Zaman Nabi ﷺ
- Pada masa Nabi ﷺ, penulisan Al-Qur'an dilakukan di berbagai media sederhana seperti pelepah kurma, batu tipis, kulit hewan, tulang belikat, dan potongan kayu.
- Para sahabat yang ditunjuk sebagai penulis wahyu (seperti Zaid bin Tsabit, Ubay bin Ka'b, dan lainnya) segera menulis setiap kali wahyu turun.
- Nabi ﷺ mengarahkan langsung penempatan ayat-ayat: “Tempatkan ayat ini di surat yang disebutkan begini...” sehingga urutan ayat sudah diatur sejak masa Nabi ﷺ.
- Namun, tulisan ini masih berupa catatan yang terpisah-pisah, belum dihimpun menjadi satu mushaf.
Mengapa Mushaf Belum Dikumpulkan di Zaman Nabi ﷺ?
Ada beberapa alasan:
- Al-Qur'an turun secara bertahap: sesuai dengan peristiwa dan kebutuhan umat Islam.
- Belum selesai secara keseluruhan: wahyu terus turun sampai akhir hidup Nabi ﷺ.
- Kebutuhan belum mendesak: karena Nabi ﷺ masih hidup dan banyak sahabat hafal Al-Qur'an.
- Susunan surat dan ayat berubah-ubah: karena setiap kali turun wahyu baru, bisa jadi ditempatkan di tengah-tengah surat yang sudah ada.
- Akhirnya: setelah wahyu berhenti turun, baru struktur Al-Qur'an menjadi tetap.
Pengumpulan Al-Qur'an di Masa Abu Bakar Ash-Shiddiq (r.a.)
- Setelah wafatnya Nabi ﷺ, banyak sahabat hafidz Qur'an gugur dalam peristiwa Perang Yamamah.
- Umar bin Khattab merasa khawatir kalau Al-Qur'an akan hilang, sehingga ia mengusulkan kepada Abu Bakar untuk mengumpulkannya dalam satu mushaf.
- Awalnya Abu Bakar ragu: “Bagaimana mungkin saya melakukan sesuatu yang tidak dilakukan oleh Rasulullah ﷺ?”
- Namun setelah diyakinkan Umar, Abu Bakar menyadari pentingnya langkah ini.
Tugas Pengumpulan Diberikan kepada Zaid bin Tsabit:
- Zaid awalnya merasa berat, karena tanggung jawab ini luar biasa besar.
- Ia memulai proyek dengan standar ketat: 1. Mengumpulkan ayat dari hafalan para sahabat. 2. Membandingkan dengan catatan tertulis yang ada. 3. Harus ada dua saksi bahwa ayat itu benar ditulis di hadapan Nabi ﷺ.
- Semua potongan Al-Qur'an dikumpulkan menjadi satu mushaf yang rapi dan terverifikasi.
Setelah Selesai:
- Mushaf ini disimpan di rumah Abu Bakar.
- Setelah Abu Bakar wafat, mushaf disimpan oleh Umar.
- Setelah Umar wafat, mushaf itu disimpan oleh Hafshah binti Umar.
Pengumpulan Al-Qur'an di Masa Utsman bin Affan (r.a.)
- Islam menyebar ke banyak wilayah: Mesir, Syam, Irak, Azerbaijan, India.
- Orang-orang baru mempelajari Qur'an dari sahabat-sahabat berbeda, sehingga muncullah variasi bacaan.
- Perbedaan ini hampir menyebabkan perpecahan.
Inisiatif dari Hudzayfah bin Yaman:
-Saat mendengar banyak perbedaan bacaan dalam satu pertempuran, Hudzayfah segera melapor kepada Utsman:
“Segera satukan umat ini sebelum mereka berselisih seperti Yahudi dan Nasrani!”
Tindakan Utsman:
- Utsman meminta Mushaf Hafshah.
- Dibentuk tim: Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Said bin Ash, Abdurrahman bin Harits.
- Mereka membuat salinan dari Mushaf Abu Bakar, tetapi dengan menyesuaikan dialek Quraisy (karena Qur'an turun dengan dialek Quraisy).
- Setelah salinan selesai: Dikirim ke Mekah, Basrah, Kufah, Syam, Yaman, Bahrain, dan Mushaf tetap di Madinah, dan Mushaf pribadi yang berbeda diperintahkan untuk dibakar untuk menjaga kesatuan umat.
- Inilah yang disebut Mushaf Utsmani dan Rasm Utsmani.
Perbedaan Antara Pengumpulan Masa Abu Bakar dan Utsman
-Masa Abu Bakar
Tujuan : Menjaga Al-Qur'an dari hilang
Metode: Mengumpulkan catatan tercecer
Hasil : Mushaf satu di tangan Hafshah
-Masa Usman bin Affan
Tujuan : Menyatukan bacaan umat islam
Metode : Menyalin mushaf standar
Hasil : Banyak Mushaf dikirim ke wilayah
Penulisan dan Jenis Tulisan Mushaf
Tulisan di Zaman Nabi ﷺ ada dua jenis:
-Tulisan Lin (Lembut/Nasakh): Dipakai untuk wahyu, cepat dan fleksibel.
-Tulisan Yabis (Kaku/Kasar): Dipakai untuk ukiran batu, pintu masjid, dan tulisan besar.
Ciri tulisan zaman itu: Tidak ada titik atau harakat (tanda baca), bentuk huruf masih sederhana.
Sejarah Awal Manuskrip Mushaf
-Awal mula manuskrip Al-Qur'an diabadikan dengan tulisan “lin” di atas kulit (pergamen) atau bahan lain.
-Beberapa contoh mushaf kuno ditemukan di Mekah, Madinah, dan sekitarnya.
-Bukti arkeologi menunjukkan bahwa sebagian mushaf masa awal memakai tulisan sederhana dan bersih.
Penelitian Modern terhadap Manuskrip Kuno
-Di zaman modern, mushaf kuno diteliti secara akademik.
-Ada proyek besar di Jerman bernama Corpus Coranicum untuk mendokumentasikan semua mushaf awal.
-Proyek ini bertujuan memastikan autentisitas Al-Qur'an dari masa ke masa.
Pertanyaan: Apakah Al-Qur'an Sudah Ditulis Lengkap di Zaman Nabi ﷺ?
Jawabannya: Ya. Al-Qur'an sudah lengkap secara penulisan dalam bentuk potongan-potongan, Tapi belum dihimpun menjadi satu mushaf tebal, Urutan ayat dan surat sudah dipandu langsung oleh Nabi ﷺ berdasarkan wahyu Jibril.
Alasan Al-Qur'an Tidak Langsung Dibukukan di Zaman Nabi ﷺ
1. Wahyu turun bertahap.
2. Urutan surat masih berkembang sesuai peristiwa.
3. Mushaf satu volume akan sulit diupdate terus-menerus.
4. Setelah wahyu selesai turun, baru kebutuhan itu muncul.
Komentar
Posting Komentar