Penyebaran dan Perkembangan Sejarah Islam di Indonesia
1. Penyebaran Islam di Asia pada masa Abbasiyah
Didirikan pada tahun 750 Masehi setelah Bani Umayyah dikalahkan oleh pemberontakan Abbasiyah. Otoritasnya berangsur-angsur melemah dengan munculnya dinasti-dinasti lokal yang hanya mengakui kekhalifahan Abbasiyah secara simbolis, seperti Dinasti Fatimiyah di Mesir, Dinasti Umayyah di Andalusia, Dinasti Ayyubiyah (Shalahuddin), Dinasti Seljuk, dan dinasti-dinasti Turki lainnya.
Pada tahun 1258 M, Baghdad dihancurkan oleh bangsa Mongol yang dipimpin oleh Hülagü Khan. Khalifah terakhir dibunuh dan Abbasiyah klasik pun berakhir. Kekuasaan Islam tidak lagi menjadi kekuasaan tunggal, melainkan terbagi menjadi banyak kerajaan/kesultanan
di Timur Tengah dan Asia Barat: Kesultanan Seljuk (Turko-Persia) Kesultanan Ayyubiyah (Saladin, penakluk Yerusalem) Kesultanan Mamluk (Mesir) Kesultanan Utsmaniyah - muncul sekitar abad ke-14 Masehi
Di Asia Selatan: Kesultanan Delhi (India) - awal masuknya Islam ke India. Kesultanan Mughal - kelanjutan dari kemegahan Islam di India.
2. Penyebaran Islam di Nusantara
a. Periode Kerajaan Hindu-Buddha di Nusantara (abad ke-4 hingga ke-15 M)
Sebelum kedatangan Islam, Nusantara (sekarang Indonesia) dikuasai oleh kerajaan-kerajaan besar yang bercorak Hindu dan Buddha. Kerajaan-kerajaan ini memiliki sistem pemerintahan monarki dan sering kali dipengaruhi oleh agama Hindu dan Buddha di India. Beberapa kerajaan besar pada masa ini antara lain:
-Sriwijaya (7-13 M): Kerajaan maritim yang berpusat di Sumatra, kerajaan ini menguasai jalur perdagangan di Asia Tenggara dan sangat dipengaruhi oleh agama Buddha.
-Majapahit (13-16 M): Kerajaan besar yang berpusat di Jawa Timur dan dikenal sebagai kerajaan Hindu-Buddha yang memiliki pengaruh budaya dan politik yang luas di Asia Tenggara.
b. Penyebaran Islam dan pembentukan kesultanan-kesultanan (abad ke-15-17 M)
Islam mulai masuk ke Nusantara melalui interaksi perdagangan dan budaya dengan para pedagang Muslim dari Gujarat, Persia, dan Arab, serta melalui perjalanan para ulama dari Timur Tengah.
Seiring berjalannya waktu, banyak kerajaan Hindu-Buddha yang mulai memeluk agama Islam. Proses ini tidak terjadi secara paksa, melainkan melalui pendekatan budaya yang halus dan beradab melalui peran Wali Songo (Sembilan Wali).
beberapa contoh kesultanan yang muncul pada zaman ini adalah, Kesultanan Aceh (Abad 15 M) Kesultanan Malaka (Abad 15-16 M) Kesultanan Mataram (Abad 16-17 M).
3. Kolonialisme Eropa dan Hubungan dengan Kesultanan Utsmaniyah
Kesultanan Aceh Darussalam didirikan pada tahun 1496 Masehi, pada saat dunia Islam menghadapi ancaman besar dari penjajah Eropa, seperti Portugis yang menguasai Malaka pada tahun 1511, dan kesultanan Aceh juga berada di bawah ancaman, di saat Aceh menjalin hubungan diplomatik dengan Utsmaniyah untuk menghadapi tekanan militer dan memperkuat legitimasi Islam.
Bukti Sejarah Hubungan Aceh-Utsmaniyah:
-Mengirimkan Utusan Diplomatik Pada masa pemerintahan Sultan Alauddin Ri'ayat Syah al-Kahhar (1539-1571), Aceh mengirimkan utusan resmi ke Istanbul. Tujuannya: Meminta bantuan militer dan teknis untuk menghadapi pendudukan Portugis di Malaka.
-Sultan Utsmaniyah Selim II (memerintah 1566-1574) menanggapi secara positif: Meriam dan teknologi militer serta para ahli dalam amunisi dan teknik arsitektur pertahanan.
4. Awal kemerdekaan Indonesia
Bangsa Portugis adalah bangsa Eropa pertama yang tiba di nusantara dan penjajahan dilanjutkan oleh Belanda pada tahun 1602, yang menyebabkan hilangnya kedaulatan kesultanan-kesultanan Islam di nusantara pada saat itu.
Penjajahan terus berlanjut hingga Belanda kalah dalam Perang Dunia Kedua dan Jepang menduduki Indonesia hingga tahun 1945. Setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, pada tanggal 17 Agustus 1945, Sukarno dan Hatta mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia atas nama rakyat Indonesia.
Komentar
Posting Komentar