Resensi buku: Sejarah Dunia yang Disembunyikan

Identitas Buku:

Judul Asli: The Secret History of the World

Penulis: Jonathan Black

Penerbit: Alvabet

Tebal Buku: 620 Halaman

Edisi: Cetakan 28, September 2022

Peresensi: Zuhal Azzamul A’la

Sinopsis:

Sudah banyak yang membahas buku seputar self improvement di edisi pojok resensi PPI Istanbul semenjak beberapa waktu lalu, kali ini kita akan bersama-sama menilik buku yang berlatar belakang sejarah, dan pasti para penikmat serta pembaca setia buku-buku yang memuat seputar sejarah tidak asing dengan buku karya Jonathan Black yang satu ini, yaitu Sejarah Dunia yang Disembunyikan atau yang berjudul asli : The Secret History of the World.

Dalam buku ini, Jonathan Black akan mengupas secara mendalam berbagai misteri yang ada dalam sejarah dunia, mulai dari mitologi Yunani, Mesir Kuno, cerita kepercayaan rakyat Yahudi, Kultus Kristiani, Freemason, George Washington, Hitler, Muhammad SAW, hingga legenda seribu satu malam yang tersohor.

Dengan menggunakan pengetahuan alternatif yang rasional, Jonathan Black berusaha untuk mengungkap banyak rahasia besar yang selama ini disembunyikan dari publik. Empat bab pertama dalam buku ini akan memperlihatkan bagaimana “rahasia” tersebut dibuat oleh pihak-pihak tertentu, dengan tujuan untuk menunjukkan bagaimana pandangan serta respon masyarakat dunia terhadap rahasia tersebut. Pada bab-bab selanjutnya, buku ini akan menampilkan banyak mitos serta legenda yang sebelumnya tidak diajarkan di sekolah umum, dan tentang berbagai perubahan yang terjadi di bumi sebagai akibat dari suatu peristiwa sejarah tertentu. Selain itu, Jonathan Black juga menyelipkan kisah-kisah lain, misalnya tentang monster dan bintang-bintang yang menakjubkan, ramalan-ramalan sejarah, serta tokoh-tokoh sejarah yang berkomplot untuk mengatur jalannya sebuah peristiwa.

Buku yang telah terbit pertama kali di tahun 2007 ini, menjadi salah satu buku sejarah dengan topik yang menarik dan universal, sehingga mampu dibaca oleh siapa saja, tanpa pembacanya harus berpihak pada tokoh manapun. Buku yang tebalnya terdiri dari 620 halaman ini akan menyajikan berbagai fakta baru mengenai sejarah dunia yang belum diketahui oleh masyarakat luas, atau mungkin sengaja disembunyikan oleh pihak tertentu.

Dalam pemaparan narasi sejarahnya, Jonathan berupaya untuk membuat para pembacanya kembali merenungkan tentang bagaimana sejarah telah banyak berkembang dari masa ke masa, dan bagaimana manusia memandang suatu peristiwa sejarah. Pada dasarnya, sejarah merupakan sebuah alat paling ampuh bagi manusia untuk bisa melihat masa lalu sekaligus masa depan, sehingga kehadiran buku ini akan terasa sangat berarti bagi pembaca yang ingin belajar dari berbagai kejadian yang terjadi di masa lampau. Walau terbilang luar biasa, karya yang satu ini sebenarnya masih memiliki beberapa celah yang rasanya akan sedikit mengurangi minat orang-orang untuk membacanya lebih jauh.

Dan sayangnya juga buku ini banyak menggunakan istilah asing yang mungkin akan terdengar awam bagi sebagian orang, terutama istilah yang berkaitan dengan agama, kepercayaan, atau adat tertentu. Walaupun dilengkapi dengan glosarium, akan tapi buku ini masih dipenuhi dengan beberapa filosofi sejarah dengan teori-teori aneh yang rasanya akan sulit untuk dipahami oleh pembaca umum, terutama bagi mereka yang tidak memiliki basis pengetahuan mengenai sejarah.

Meskipun demikian, kita sebagai pembaca sebenarnya tetap bisa menjadikan buku ini pedoman awal untuk mempelajari dan memperdalam pengetahuan kita mengenai sejarah. Pada dasarnya, buku ini mampu memberikan berbagai pengetahuan serta pengalaman baru yang tidak akan kita temukan dalam karya-karya lain.

Quotes:

“Awal dari kematian adalah kelahiran pikiran”  -Doktrin Rahasia

“Segala yang telah kau lihat, setiap bunga, setiap burung, setiap batu akan mati dan kembali menjadi debu, tetapi kau telah melihatnya bahwa itu tidak mati”  -Pepatah Kabalis

“Orang-orang yang tidak memiliki keberanian untuk menjadi kejam sering kali mengembangkan keyakinan-keyakinan yang kejam”  -Rudolf Steiner

“Kita mungkin tidak perlu mengingat bahwa hidup pada era materialistis, mungkin sangat benar bila mengatakan kita dimiliki oleh harta benda kita, bahwa ekonomi telah menjadi disiplin yang berkuasa dalam era kita, dan uang kini menjadi ukuran utama dalam keberhasilan hidup. Namun kita perlu tetap waspada, materialisme menemukan cara-cara baru memasuki kehidupan kita sepanjang waktu, mengancam untuk mengambil alih sepenuhnya”  -Jonathan Black

 
Buku yang sama:

-        Stalin (Simon Sebag Montefiore)

-        The Great Arab Conquest (Hugh Kennedy)

-        1453 (Roger Crowley)

-        Jerusalem (Simon Sebag Montefiore)

Komentar

Popular Posts

Makam Para Sahabat Nabi di Istanbul: Antara Sejarah, Spiritualitas, dan Simbolisme

Menginjak Umur ke 21, Apa Arti Usiamu?

Mendukung Masa Depan dengan Penyimpanan Energi: Peran Penyimpanan Energi dalam Elektrifikasi dan Dekarbonisasi Menuju Nol Emisi di Indonesia