Attitude dan kejujuran

 Kabar yang masih sangat hangat dan ramai diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia tentang 2 pembantu adu mekanik berujung kematian yang menyambut salah satu diantara keduanya, berpuncak pada pencopotan sementara atas majikannya.

 Sampai detik ini masih dalam proses penyidikan dan belum ada tanda-tanda terbitnya mentari darinya, sebulan sudah fenomena itu berlalu, belum ada kepastian, belum ada hasil, sangkaan dimana-mana, berbagai varian opini melanglang buana, dan dapat disimpulkan menjadi satu poin penting bahwa semua kejadian ataupun tragedi yang tak akan pernah terduga akan terjadi, mempunyai makna yang dalam dan selalu berkaitan dengan yang namanya kejujuran dan sikap atau perilaku.

 Kejujuran, sesuatu yang pahit untuk dilaksanakan tetapi akan menghasilkan sesuatu yang manis untuk dirasakan, tidak semua orang bisa melakukannya, karena  kebanyakan manusia selalu ingin mengalahkan lawan-lawannya dan tingginya sikap gengsi untuk berkata jujur. Dan sebenarnya sudah kita ketahui bersama bahwa kejujuran akan mendatangkan suatu kebaikan, bukan hanya di dunia tetapi juga memberikan tabungan untuk perjalanan menuju akhirat kelak.

Kewajiban untuk berperilaku jujur juga disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, yang berbunyi,


عَنْ اَبِى بَكْرٍ الصِّدِّيْقِ ر.ض. قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ, فَاِنَّهُ مَعَ البِرَّ وَهُمَا فِى الْجَنَّةِ, وَاِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَاِنَّهُ مَعَ الْفُجُوْرِوَهُمَافِى النَّار.


“Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: Wajib atasmu berlaku jujur, karena jujur itu bersama kebaikan, dan keduanya di Surga. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta, Karena dusta itu bersama kedurhakaan, dan keduanya di neraka”.

Ya begitulah kiranya perihal tentang kejujuran.

Foto model: Ebit Idris & Norman Walid 

Attitude atau sikap dan perilaku, semua manusia yang hidup di muka bumi ini, pasti mengetahui bahwa dia hidup bukan hanya seorang diri saja, dan pasti juga sudah memahami bahwa sikap manusia yang satu dengan yang lainnya memiliki perbedaan, karena setiap orang didasari dengan keinginan dan hawa nafsu, kadang kala perihal tentang kapasitas satu orang dengan yang lainnya itu adalah berbeda, dilupakan begitu saja, dan seketika anggapan tadi itu lenyap dikubur debu, berhembus pergi ditiup angin, itu semua hanya karena hawa nafsu dan keinginan yang begitu besarnya sehingga lupa akan kebebasan dan hak orang lain yang juga seharusnya memiliki kapasitas yang sama detailnya.

Dari poin sikap dan perilaku ini juga yang selalu mengajarkan tentang pentingnya suatu bentuk penghormatan dan penghargaan kepada mereka yang lebih dulu lahir dan lebih dulu cerdas, bisa disebut juga sebagai Akhlaq, Budi pekerti, adalah level teratas suatu keahlian yang harus dimiliki setiap orang.

Manusia cerdas tanpa akhlaq yang baik, tidak ada artinya, karena dengan Akhlaq akan menimbulkan kesinambungan sosial yang malah menjadikan suatu ilmu menjadi lebih berguna, yang menjadikan manusia cerdas menjadi lebih bernilai harganya.

Dalam sebuah riwayat Hadits disebutkan bahwa orang yang berakhlak mulia memiliki kedudukan yang paling tinggi disisi Allah. Ketinggian derajat yang dicapainya menyamai posisi orang yang berpuasa dan shalat di malam hari. Rasulullah bersabda,


إِنَّ الْعَبْدَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ القَائِمِ (رواه ابو داود)

“Sesungguhnya orang-orang mu’min dengan akhlaknnya dapat mencapai derajat orang-orang yang berpuasa dan melakukan shalat malam.” (H.R. Abu Dawud)

Tak lupa juga untuk disampaikan, bahwa seseorang yang setiap harinya diisi dengan berakhlak mulia dalam melakukan suatu apapun bentuknya, secara garis besarnya dia sudah melakukan amalan yang begitu luar biasa.

Yang pada akhirnya, jika saja fenomena dua pembantu yang saling adu drama kala itu, di selesai kan oleh mereka yang menjadi saksi versi real bukan fiksinya,di selesaikan dengan attitude yang tinggi dan kejujuran diantara kedua belah pihak, sudah lah selesai semua permainan dan acara petak umpet nya dengan hasil yang diharapkan oleh semua masyarakat dan rakyat Indonesia.


Komentar

  1. Mantap nih, kerasa banget gaya tulisan orang Arab.
    Pasti pintar bahasa Arab

    BalasHapus

Posting Komentar

Popular Posts

Makam Para Sahabat Nabi di Istanbul: Antara Sejarah, Spiritualitas, dan Simbolisme

Menginjak Umur ke 21, Apa Arti Usiamu?

Mendukung Masa Depan dengan Penyimpanan Energi: Peran Penyimpanan Energi dalam Elektrifikasi dan Dekarbonisasi Menuju Nol Emisi di Indonesia