Teka teki Dari Sultannya Para Bulan
Banyak dari umat manusia saat ini yang menganggap islam sebagai agama yang berbahaya, bahkan orang islam itu sendiri masih memiliki rasa ragu, takut dan mempertanyakan keadaan islamnya, dari fenomena atau kejadian ini, lebih dikenal oleh khalayak ramai dengan istilah islamophobia, apa itu islamophobia? Adalah istilah kontroversial yang merujuk pada prasangka, diskriminasi, ketakutan dan kebencian terhadap agama islam dan orang muslim, yang jelas dari semua ketakutan dan prasangka mereka itu disebabkan oleh kedangkalan dan ketidaktahuannya mereka akan islam, namun dibalik pertanyaan “what is islam?” yang sering dilontarkan, dari segala bentuk tuduhan dan dugaan, menghantarkan mereka secara tidak langsung kepada rasa penasaran yang amat besar, sehingga memutuskan untuk mencari tahu, dan menemukan “the beauty of islam” itu sendiri, kemudian pada akhirnya mereka dengan serta merta ikut menyambutnya, nah salah satu dari keindahan yang dimiliki oleh agama islam adalah hadirnya bulan Romadhon yang mulia ini.
Kita semua mengetahui bahwa bulan Romadhon adalah bulan yang paling mulia diantara yang lainnya, sultan dari sebelas bulan yang ada, pada bulan ini seluruh kebaikan dan amal perbuatan akan dilipat gandakan oleh Allah swt, dan pada bulan ini juga seluruh umat muslim diperintahkan untuk menjalankan ibadah puasa, dan ada sebuah pertanyaan, mengapa harus Romadhon yang menjadi bulan untuk pelaksanaan ibadah puasa ini? pertanyaan ini terbesit dari beberapa orang tentunya, dan pastinya jawaban dari pertanyaan ini harus diawali dengan mengetahui bagaimana sejarah diwajibkannya puasa bagi umat muslim di seluruh dunia ini. Puasa Romadhon mulai diwajibkan kepada umat islam pada tanggal 2 Sya’ban tahun ke 2 Hijriyah, sebelum perintah berpuasa sebulan penuh ini turun di tanggal tersebut, Rosulullah saw melaksanakan puasa hari ‘Asyura atau puasa di tanggal 10 Muharrom tepatnya, yang diriwayatkan dari Aisyah bahwasanya dahulu hari ‘Asyura adalah hari dimana orang-orang quraisy mempergunakannya untuk berpuasa pada masa jahiliyah sehingga Rosulullah melakukan itu, dalam Kasyifah al-Saja karya Syekh Nawawi al-Bantani disebutkan, "Puasa Romadhon diwajibkan atau difardukan pada Sya’ban tahun 2 Hijriah. Setelah mendapat perintah wajib tersebut, Rasulullah saw. berpuasa sebanyak 9 kali bulan Romadhon." Dan setelah turunnya Surah al-Baqarah:183, Rasulullah membebaskan umat Islam, barang siapa yang ingin berpuasa 'Asyura maka hendaklah ia berpuasa, sedangkan siapa yang tidak ingin berpuasa, maka puasa hari ‘Asyura itu dapat ditinggalkan.
Kembali pada pertanyaan mengapa harus bulan Romadhon yang dipilih sebagai bulan untuk melaksanakan ibadah ini, dihimpun dari beberapa sumber setidaknya ada beberapa alasan dan penyebab yang menjadikan perintah ibadah puasa umat muslim itu ada pada bulan Romadhon. Yang pertama karena bulan Romadhon adalah bulan dimana diturunkannya alquran (nuzulul qur’an), para ulama berpendapat bahwa alquran diturunkan pada tanggal 17 Romadhon, hal ini sesuai dengan yang disebutkan dalam Surah al-Baqarah ayat 183-185, dimana orang beriman diwajibkan berpuasa pada hari-hari yang ditentukan yaitu Romadhon, para ulama menyimpulkan bahwa alasan diwajibkannya puasa dibulan Romadhon adalah karena alquran diturunkan pada bulan yang kesembilan dalam kalender hijriah itu. Yang kedua karena umat islam memenangkan perang badar, merujuk buku perang muhammad: kisah perjuangan dan pertempuran Rosulullah, pada malam Jumat 17 Romadhon 2 Hijriyah Nabi Muhammad menyiapkan tentaranya untuk pertempuran badar esok harinya. Saat itu, jumlah pasukan muslim hanya sekitar 300 orang, sementara pasukan musuh mencapai seribu orang dengan peralatan lengkap. Namun demikian dengan pertolongan Allah, pasukan Muslim bisa mengalahkan musuhnya meski jumlah dan senjatanya tidak sebanding, perang badar menjadi penentu dakwah Islam ke depannya. Ada yang berpendapat, jika umat Islam pada saat itu kalah maka kita tidak akan mendapati sejarah peradaban dan penyebaran Islam seperti saat ini. Dan yang terakhir, Romadhon adalah induk bulan, yaitu kepala dari bulan-bulan lainnya, hal ini sesuai dengan hadits nabi muhammad yang berbunyi “telah tiba bulan Romadhon sebagai induk bulan-bulan lainnya (sayyidus syuhur), dengan membawa berkah maka ucapkanlah “selamat datang” sebagaimana kepada orang-orang yang mengunjungi kita dalam kerinduan”, atau sebuah hadits dari Abi Ishaq, dari Abi Ubaidah berkata : berkata Rasulullah saw: Sayyidus Syuhur adalah bulan Romadhon dan Sayyidul Ayyâm adalah hari Jum’at, dikutip dari kitab Mu’jam Kabîr at-Tabarâni, Syu’ab al-Îmân li al-Baihaqî.
Romadhon merupakan bulan yang sangat istimewa dan terhormat, sejak dulu, Allah swt memuliakan bulan Romadhon, terutama dengan menurunkan kitab-kitab sucinya kepada para utusannya, seperti shuhuf nabi ibrohim yang diturunkan oleh Allah di awal bulan Romadhon, dan diturunkannya taurat pada tanggal 6 Romadhon, serta diturunkannya injil pada tanggal 13 di bulan Romadhon, disamping itu, mengutip pada buku puasa pada umat-umat dulu dan sekarang, umat Yahudi berpuasa pada bulan Romadhon untuk menghormati turunnya kitab taurat, begitupun umat Nasrani yang berpuasa satu bulan penuh pada bulan Romadhon. Terlepas dari itu semua, hanya Allah lah yang mengetahui sebab pastinya mengapa bulan Romadhon lah yang menjadi bulan diperintahkannya berpuasa, waallahu a’lam bisshowaab.
Oleh: Zuhal Azzam.
سبحان الله
BalasHapusمشا الله
تبارك الله